Mungkin karena bentuknya yang terbuka seperti ini, para kucing suka tidur siang di depan kamarku, kamar mbak Ayu, atau kamar mbak Awal. Teduh dan semilir, nyaman banget buat tidur siang.


Sejak Cathy datang, dia tidak suka ada kucing lain berkeliaran di kost kami, tentu saja kecuali Sylvester :D Beruntung bagi para kucing lainnya, selama siang hari Cathy dikurung di kastil kamar selama mbak Puji di kantor. Jadi para kucing tetap bisa tidur siang dengan tenang.

Hari ini Sabtu, mbak Puji libur, jadi Cathy bisa berkeliaran saat jam tidur siang para kucing. Tadi siang, aku mau menjemur pakaian di atas. Aku lihat Cathy duduk di depan kamarku. Biasanya kalo aku menyapa dia, dia merespon meskipun hanya tatapan apaan-sih-manggil-manggil. Atau mengendus-endus tanganku kalo aku bersikap seolah mau mengelus dia padahal enggak :D

Tadi dia nyuekin aku, matanya fokus menatap ke satu titik di bawah pot tanaman. Ternyata, ada satu kucing cewek yang sedang bersiap tidur siang.

Cathy mencoba mengintimidasi si ipus yang udah ngantuk itu.

Kucing penyusup tidak tampak takut oleh tatapan galak dan bulu Cathy yang megar sehingga dia tampak besaaaaaar. Dia lebih cenderung tampak terganggu.

Sampai aku selesai menjemur, mereka masih dalam posisi seperti itu. Mungkin karena sebel dicuekin, waktu aku manggil-manggil, “Cathy..Cathy..” tiba-tiba Cathy menubruk kucing penyusup, yang lari ke atas. Cathy terus mengejar, naik ke lantai 3 tempat jemuran, hingga ke atap. Aku ikut jerit-jerit karena kaget. Tadinya mereka saling menatap dengan tatapan membunuh, tanpa peringatan mendadak kejar-kejaran sambil mengeong ribut.

Nggak lama, suasana tenang dan Cathy, dengan gaya pemenang turun dari lantai atas.

Advertisement