Ini cerita Ustadz Yusuf Mansur tadi pagi di Antv.

Suatu hari Ustadz YM datang ke Hongkong. Beliau kagum dengan negara Hongkong, karena sangat menghargai bangsa lain. Caranya yaitu dengan menuliskan 4 bahasa di setiap tempat umum, misalnya di papan petunjuk tempat. Empat bahasa itu adalah bahasa Mandarin, Inggris, India, dan Indonesia. Bahasa Indonesia ikut ditulis karena banyak orang Indonesia yang bekerja di sana.

Aku pernah baca, kalo lokasi favorit orang Indonesia (TKI) di Hongkong adalah Victoria Park. Yang membuat ustadz Yusuf Mansur heran, di Victoria Park cuma ada bahasa Indonesia di setiap tulisan yang ada. Tiga bahasa lain nggak ada. Tulisannya adalah (mohon maaf kalo tidak sama persis, intinya sama kok)

Buang sampah pada tempatnya.

:D

Sepertinya bangsa lain nggak perlu diingatkan untuk buang sampah pada tempatnya ^^;

Cerita selanjutnya, Ustadz Yusuf Mansur hendak mengadakan pengajian di Victoria Park. Beliau dan rombongan diikuti oleh petugas berseragam. Wah, kok kayak jaman dulu ya, nggak boleh ngaji-ngaji gitu dan diikutin intel. Serem…

Tapi ternyata, petugas tadi itu adalah petugas kebersihan yang sedang bertugas. Kalau-kalau orang Indonesia yang dia ikuti buang sampah sembarangan, si petugas akan sigap memungutnya :D

Begitu juga saat pengajian berlangsung. Ada petugas yang berdiri siaga. Menjaga kemungkinan ada orang Indonesia yang sedang mengaji minum dan lupa menutup tutup botolnya, khawatir kesenggol nanti tumpah bikin kotor, jadi si petugas akan segera menutup botol.

Aduuuuuh.. Yuk yuk jaga kebersihan.

”Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)
hadits dari sini

Advertisement